

ini hanyalah sebuah cerita kecil dariku
yang mempunyai jalan kehidupan
sebenarnya hari-hariku selalu ku syukuri
tapi suatu hari, ada suara yang sangat tak ku suka
suara itu datang dari gua yang menjadi sarang iblis
sejak itu hari ku agak suram
tapi aku selalu berpikir positif untuk itu
supaya ku dapat menatap masa depan yang cerah
senyum memang hal yang baik
tapi tidak dengan senyum kebencian di hadapan Tuan kita
aku benci padanya
sehingga harus senyum di hadapannya
mukanya itu
yang membuatku tidak suka
bukan karena penampilan luarnya
tapi karena
muka yang berada di bawah lapisan kulit arinya
seakan rohku melihat rohnya
aku semakin benci
tatkala teman-temanku juga melihat aura jahat pada rohnya
orang yang mengasihinya
kini satu-persatu benci padanya
semoga dia berubah
menurutku dia sulit berubah
memang ada harapan, tapi sangat sulit sekali
karena ia tidak punya pikiran
tidak cuma itu
kadang hatinya hilang dimakan iblis yang ada di MUkanya.
Ini memang bukan yang pertama kali
bahwa mataku melakukan dosa
sudah berkali-kali juga
mataku membawaku mendekatkan diri kepadanya.
jadi, setengah-setengah
belum tentu juga
bisa sehat, bisa juga sakit
memang mata ini merupakan jembatan penghubung
yang menjadi jalur antara dunia luar dengan duniaku sendiri
kadang ia dilalui benda jahat
kadang juga dilalui benda baik
tak usah kuatir
semua ini ada yang memilih
tapi tergantung pikiranmu kuat atau tidak
yang jelas kadang kita salah, kadang benar dalam menjalani hidup